GIFTLine Dukung Peluncuran Aplikasi Si-Boyo

Upaya transformasi ekonomi berbasis koperasi dan digital di Kota Surabaya memasuki tahap penting dengan dilaksanakannya Launching Aplikasi Si-Boyo pada 21 Desember 2025.

Peluncuran ini menjadi puncak dari rangkaian sosialisasi dan pelatihan yang telah dilaksanakan sejak Agustus 2025 oleh GIFTLine sebagai penyedia dan pengembang aplikasi Si-Boyo dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Kota Surabaya.

Peluncuran Si-Boyo menjadi langkah strategis KKMP Surabaya dalam memasuki era ekonomi digital berbasis koperasi. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Agus Imam Sonhaji, mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai bentuk inovasi yang memperkuat ekonomi rakyat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menilai Si-Boyo sebagai contoh konkret adaptasi koperasi terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai gotong royong.

Ketua KKMP Surabaya Jajar Tunggal Nur Wahyudi menyebut, kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu mendekatkan koperasi dengan masyarakat. “Pedagang lokal bisa naik kelas, warga mendapatkan harga yang adil, dan roda ekonomi kelurahan dapat berputar lebih sehat,” katanya.

Dari sisi ekosistem, Partner Investor Si-Boyo Rudy Hartanto, menjelaskan bahwa aplikasi ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan, mulai dari makanan terjangkau, layanan ojek online murah, hingga kebutuhan harian dan jasa pesan antar.

Seluruh ekosistem menghubungkan pedagang, UMKM, kurir lokal, dan konsumen dalam satu sistem digital yang dikelola secara adil dan transparan oleh masing-masing koperasi.

Adapun CEO GIFTLine Ramzy Hafizh sebagai pengembang aplikasi Si-Boyo, menambahkan bahwa dalam satu platform, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan, seperti kuliner, fesyen, farmasi, grosir, toko kelontong, pasar segar, hingga transportasi dan ride hailing.

“Si-Boyo dikelola dengan sistem koperasi sehingga harga lebih terjangkau. Pedagang tidak dikenakan potongan maupun biaya apa pun,” jelasnya.

Peluncuran aplikasi Si-Boyo yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Tunjungan Surabaya turut menyedot perhatian masyarakat. Acara tersebut diisi dengan demonstrasi penggunaan aplikasi, sosialisasi peran koperasi kelurahan, serta pendaftaran langsung bagi pedagang, pelaku UMKM, dan mitra kurir dari berbagai wilayah di Surabaya.

Ke depan, Koperasi Kelurahan Merah Putih Surabaya berharap Si-Boyo dapat menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong percepatan digitalisasi UMKM, dengan mengedepankan produk lokal dan layanan berbasis koperasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *